| — | Ashzaril Amar (via qiulyana) |
kullu nafsin dza iqatul maut (Al Anbiya : 35)
yang paling dekat adalah kematian. .
yang paling jauh adalah masa lalu. .
yang paling besar adalah hawa nafsu. .
yang paling berat adalah amanah. .
yang paling ringan adalah meninggalkan sholat. .
yang paling tajam adalah lidah. .
(Imam Ghozali)
“Neraka dipagari dengan kesenangan dan hawa nafsu, dan surga dipagari hal-hal yang tidak menyenangkan bagi hawa nafsu”
(HR. Bukhari - Muslim)
* Riyadhus Shalihin / Imam Nawawi / Hadits 101
petikan novel Biar Bidadari Mencemburui Dirimu :)
Ya Rabbi
JIka aku jatuh cinta
aku ingin dia segera meminang ku menjadikan aku yang halal untuknya
agar syaitan tak sempat hinggap atas rasa ini..
amin
*cerita ini adalah fiksi yang terinspirasi dari kenyataan
Gadis kecil itu sedang bersiap-siap untuk bersekolah. Rutinitas pagi yang selalu ia lakukan sebelum berangkat adalah menghabiskan sarapan paginya dengan penuh semangat. Dan tidak lupa untuk mengkonsumsi beberapa obat dan vitaminnya.
Hari itu adalah hari dimana ia harus berbicara membacakan sebuah cerita di depan guru-guru dan teman-teman sekolahnya. Terlihat wajah seorang Ibu yang begitu kuatir. Ia mencoba bertanya kepada putri gadis kecilnya tentang cerita apa yang akan ia sampaikan nanti, namun gadis kecil itu hanya tersenyum kecil tidak memberikan jawaban.
Ibu tersebut kemudian berbisik agar putri kecilnya tidak masuk sekolah untuk hari itu. Tetapi sang anak dengan rambut kepang dua tersebut hanya tersenyum dan mencoba meyakini sang Ibu “Semua akan berjalan lancar bu, aku sudah berdoa kepada Sang Pencipta.”
Telah masuk waktu malam. Meninggalkan senja yang tadi oranye. Meninggalkan teriknya siang dengan ultravioletnya yang begitu menyala. Menyala hingga hampir membakar kepala. Begitu kira kira manusia mengeluh. Tapi kini malam. Suhu bumi telah menurun. Semakin sejuk dan dingin. Seolah olah berkata, “Aduhai, masa masa sulit telah berlalu. Alangkah dekat ia dengan kemudahan. Kemudahan pun dekat dengan kesulitan. Lalu esok, bersiaplah dengan kesulitan kesulitan baru. Dan kemudahan kemudahan yang lebih menakjubkan.” (Ar Rumaisha’ Amal)








